Rabu, 27 Januari 2016

Kegunaan Ilmu Ekonomi


Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Kegunaan Ilmu Ekonomi. Di bawah ini akan dibahas mengenai Kegunaaan Ilmu Ekonomi yaitu sebagai berikut :Tiap orang perlu menguasai atau mempelajari ilmu ekonomi karena tiap orang menghadapi kelangkaan dalam pemenuhan kebutuhan. Oleh karena itu, untuk mendapat hasil yang optimal, orang perlu menerapkan ilmu ekonomi. Ada empat kegunaan utama dari mempelajari ilmu ekonomi. Kegunaan yang pertama adalah mengajarkan cara berpikir yang dapat kita gunakan setiap hari ketika kita perlu mengambil keputusan. Cara berpikir yang dimaksud adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu ekonomi, yaitu biaya oportunitas, marjinalitas, dan pasar yang efisien. Biaya oportunitas (oppurtunity cost) adalah alternatif terbaik yang kita korbankan atau hentikan ketika mengambil suatu pilihan atau keputusan. Biaya oportunitas ini muncul karena sumber daya bersifat langka. Marjinalitas adalah proses menganalisis biaya atau manfaat tambahan yang timbul dari suatu pilihan. Sementara itu, pasar efisien adalah suatu pasar di mana kesempatan memperoleh laba terhapus hampir dengan seketika karena sebagian besar orang mencari peluang laba yang sama sehingga hanya sedikit peluang yang tersisa.

Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi
    Kegunaan lain dari belajar ilmu ekonomi adalah untuk memahami masyarakat dengan lebih baik. Dengan belajar ekonomi, kita dapat mencari jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti mengapa orang memutuskan untuk membelanjakan uang dan waktunya untuk membangun gedung-gedung dan pabrik? Mengapa orang yang lain memutuskan untuk membuka lahan, membangun jalan, atau memproduksi alat-alat transportasi?
    Kegunaan ketiga mempelajari ilmu ekonomi adalah agar kita memahami persoalan-perosalan global. Pemahaman yang baik akan ilmu ekonomi sangat penting dalam membantu kita memahami persoalan global. Contohnya, Perang di Irak dan serangan di Venezuela pada tahun 2003 membuat pasar minyak dunia mengalami gejolak yang berdampak pada naiknya biaya energi di seluruh dunia.
    Kegunaan terakhir dari ilmu ekonomi adalah membuat kita menjadi pemilih yang kompeten. Ketika kita berpartisipasi dalam proses politik, kita memberi suara pada persoalan-persoalan yang memerlukan pemahaman mendasar tentang ilmu ekonomi.

    Demikian pembahasan mengenai Kegunaan Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

sistem ekonomi indonesia berkaitan dengan pengaruhnya terhadap bisnis

2.1 Sistem Ekonomi Dunia
Sistem ekonomi merupakan system Negara untuk mengalokasikan sumber
daya ke berbagai warga negaranya, baik individu maupun organisasi. Sistem ekonomi
berbeda berdasarkan cara memiliki dan mengendalikan lima factor produksi (sumber
daya dasar yang digunakan dunia bisnis Negara tertentu untuk memproduksi barang
dan jasa) , yakni :
a. Tenaga Kerja atau Sumber Daya Manusia
Kemampuan fisik dan mental banyak orang sewaktu mereka
berkontribusi pada produksi yang ada pada perekonomian. Sumber daya
manusia juga sering didefinisikan sebagai orang-orang yang bekerja untuk
bisnis dengan memberikan tenaga dan kemampuannya dalam bekerja.
a) Modal
Adalah dana yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis dan
menjaganya agar tetap beroperasi dan tumbuh dengan baik. Modal juga dapat
mencakup suatu nilai pasar atau nilai saham suatu perusahaan. Penerimaan
dari penjualan produk juga merupakan sumber modal yang penting.
b) Wirausahawan
Adalah suatu individu yang menanggung resiko dan peluang termasuk
menciptakan dan mengoperasikan suatu bisnis yang baru. Kebanyakan system
perekonomian selalu mendorong dan membing para wirausahawan untuk
memulai bisnis baru sekaligus mengambil keputusan yang mengubah bisnis
kecil menjadi bisnis besar sehingga berkapabilitas untuk berubah menjadi
suatu pasar yang baru.
c) Sumber Daya Fisik
Adalah hal-hal berwujud yang dapat digunakan oleh organisasi dalam
melaksanakan suatu bisnis mereka. Sumber-sumber daya fisik meliputi,
sumber daya alam, fasilitas, suku cadang dan perlengkapan serta peralatanperalatan
lain
.
d) Sumber Daya Informasi
Merupakan suatu atau beberapa data atau informasi lain yang digunakan
oleh bisnis. Produksi barang-barang berwujud dulu pernah mendominasi
kebanyakan system ekonomi, namun saat ini sumber daya inf6rmasi
memainkan peran utama. Hal itu disebabkan karena bisnis saat ini sangat
bergantung pada prediksi pasar, orang-orang dengan keahlian tertentu, serta
berbagai data ekonomi yang digunakan untuk membantu bisnis mereka.
2.2 Jenis-Jenis Sistem Ekonomi
Jenis system ekonomi yang berbeda akan mengelola factor-faktor produksi
dengan cara-cara yang berbeda pula. Pada beberapa system, kepemilikannya bersifat
pribadi, yang lain, factor produksi dimiliki oleh pemerintah. Oleh sebab itu,
kebanyakan system ekonomi berada diantara kedua ektreminasi tersebut.
Sistem ekonomi juga dapat dibedakan menurut cara-cara pengambilan
keputusannya dalam hal produksi dan alokasi. Perekonomian terpimpin sebagai
contoh, bergantung pada keputusan pemerintah, dan perekonomiannya terpusat pada
pemerintah untuk mengendalikan semua produksi dan alokasi. Sedangkan dalam
perekonomian pasar masing-masing pihak, dalam hal ini produsen dan konsumen,
mengendalikan keputusan dalam produksi dan alokasi melalui penciptaan kombinasi
penawaran dan permintaan.
Berikut penjelasan lebih dalam seputar jenis-jenis system ekonomi yang ada di
Dunia :
a. Perekonomian Terpimpin
Dalam system ekonomi ini, terdapat dua bentuk paling dasar,
komunisme dan sosialisme. Komunisme, seperti yang awalnya diajukan oleh
seorang ekonom Jerman abad ke-19, Karl Marx, adalah suatu system dimana
pemerintah memiliki dan juga mengoperasikan seluruh factor produksi yang
tersedia. Marx menggambarkan suatu masyarakat dimana setiap individu akan
menyumbang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan menerima
manfaat suatu perekonomian sesuai dengan yang mereka butuhkan. Marx juga
mengharapkan kepemilikan pemerintah atas factor-faktor produksi hanya
bersifat sementara. Setelah mesyarakat menjadi dewasa, campur tangan
pemerintah akan melemah dan para pekerja akan mendapatkan kepemilikian
factor-faktor produksi secara langsung.
Sama halnya dengan komunisme, sosialisme juga merupakan sebagian
dari sitem perekonomian terpimpin. Pemerintah memiliki dan menjalankan
industri-industri besar terpilih. Dalam system perekonomian ini, pemerintah
dapat mengendalikan perbankan, komunikasi, transportasi dan industriindustri
besar. Sedangkan bisnis-bisnis kecil seperti took dan restaurant
merupakan milik pribadi. Jadi dapat disimpulkan, sosialisme adalah system
ekonomi terpimpin dimana pemerintah ahnay dapat memiliki dan menjalankan
sumber produksi utama yang terpilih.
b. Perekonomian Pasar
Pasar adalah mekanisme pertukaran barang dan jasa tertentu antar
pembeli dan penjual, seperti modal, istilah pasar dapat memiliki arti banyak.
Perekonomian pasar mengandalkan kapitalisme dan perusahaan bebas untuk
menciptakan lingkungan dimana para produsen dan konsumen bebas untuk
menjual dan membeli apa yang mereka pilih (dalam batas tertentu).
Akibatnya, barang yang diproduksi dan dibayar pada umumnya ditentukan
oleh penawaran dan permintaan. Dalam perekonomian pasar, dikenal juga
istilah Swastanisasi.
Dasar politis dari proses pasar disebut kapitalisme, yang mendukung
kepemilikan pribadi atas factor-faktor produksi dan mendorong kewirausahaan
dengan menawarkan laba sebagai insentif. Proses ini sangat berlawanan
dengan proses perekonomian terpimpin, yaitu perekonomian yang orangorangnya
dapat disuruh dimana mereka dapat dan tidak dapat bekerja,
perusahaan bisa diberitahu apa yang dapat dan tidak dapat mereka produksi,
serta konsumennya hanya memiliki sedikit tentang pilihan apa yang akan
mereka beli atau berapa yang harus mereka bayar. Jadi dapat disimpulkan,
kapitalisme adalah perekonomian pasar yang memberikan kepemilikan
produksi pribadi dan yang mendorong kewirausahaan dengan menawarkan
laba sebagai insentif.
Dalam perekonomian pasar juga terdapat istilah swastanisasi.
Swastanisasi adalah proses perubahan perusahaan pemerintah menjadi
perusahaan milik swasta pada tahun-tahun terakhir ini, praktek swastanisasi ini
telah menyebar ke berbagai belahan dunia, misalnya,system pos di banyak
Negara biasanya dimiliki dan dikelola oleh pemerintah. Akan tetapi, Belanda
baru-baru ini melalui proses swastanisasi TNT Post Group N.V yang telah
menjadi pengoperasian kantor pos yang paling efisien di dunia.
c. Perekonomian Pasar Campuran (Mixed Market)
Tidak ada perekonomian pasar ‘murni; dan terpimpin ‘murni’.
Kebanyakan Negara mengandalkan beberapa bentuk Perekonomian Pasar
Campuran yang menonjolkan sifat-sifat baik perekonomian terpimpin maupun
perekonomian pasar. Bahkan perekonomian pasar yang berusaha keRas
menjadi sebebas dan seterbuka mungkin. Jadi perekonomian pasar campuran
adalah system ekonomi yang menonjolkan sifat-sifat perekonomian terpimpin
maupun perekonomian pasar.
2.3 Kondisi Bisnis Di Indonesia
Bisnis di Indonesia berkembang cukup pesat dewasa ini. Meskipun mungkin
tingkat penyebarannya masih belum seratus persen tercapai namun tingkat investasi di
Indonesia sudah dapat dikatakan maju. Hal ini dapat dilihat dari indeks saham yang
selalu memiliki kenaikan setiap kwartalnya. Bahkan bursa saham kita, lebih tinggi
nilainya dibandingkan dengan Malaysia.
Badan Pusat Statistik mengungkapkan, indeks tendensi bisnis (ITB) pada
triwulan II 2007 sebesar 110.96 yang mengindikasikan membaiknya kondisi pada
periode tersebut dibandingkan triwulan sebelumnya. Deputi bidang Analisis dan
Neraca Statistik BPS, Slamet Sutomo di Jakarta, Rabu 15 Agustus menyampaikan
bahwa semua sector menunjukkan peningkatan bisnis. Sektor listrik, gas, dan air
bersih mengalami peningkatan bisnis yang paling tinggi diantara sector lainnya
dengan nilai indeks 134.42.
Menurut survey, peningkatan kondisi bisnis dikarenakan adanya peningkatan
pendapatan usaha yang disebabkan peningkatan kapasitas produksi dan jumlah jam
kerja. Sedangkan untuk triwulan III 2007, Survey Tendensi Bisnis, menunjukkan ITB
sebesar 111.43 yang mengindikasikan kondisi yang lebih baik dibandingkan triwulan
II 2007.
Kondisi bisnis Indonesia kedepannya diperkirakan akan semakin meningkat
dan semua sector juga akan semakin membaik, kecuali lembaga
keuangan/persewaan/jasa perusahaan.
Badan Pusat Statistik juga melaporkan bahwa kesenjangan ekonomi yang
terjadi antara penduduk di Indonesia semakin tipis. Hal itu terlihat dari semakin tipis
dan mengecilnya indeks Williamson secara nasional, meski pulau Jawa tetap menjadi
pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Semakin menurunnya nilai indeks Williamson, berarti tingkat kesenjangan
semakin menurun. Misalnya, disparitas ekonomi wilayah mencatat angka 0,836 pada
tahun 2006. Bandingkan dengan tahun 2005 dan 2004 yang nilai indeksnya adalah
0,871 dan 0,869.
Kondisi bisnis di Indonesia itu juga dipengaruhi oleh system ekonomi yang
berlaku dan dianut oleh Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa system ekonomi akan
mempengaruhi kinerja bisnis di suatu Negara. Sistem ekonomi merupakan pengatur
dari bisnis yang akan dijalankan.
Misalnya, system ekonomi pasar akan mengkondisikan bisnisnya dalam
lingkup liberal, dimana bisnis akan berjalan sesuai dengan pemilik modalnya. System
ekonomi terpimpin, perkembangan bisnis akan lebih terkungkung dan tak dapat
bergerak bebas seperti bisnis dengan system ekonomi pasar. Hal itu dikarenakan,
system ekonomi terpimpin merupakan system ekonomi yang terpusat pada keputusan
pemerintah. Padahal dalam kenyataannya, bisnis sangat tidak mengenal system
ekonomi terpimpin karena sangat tidak mendukung perjalanan sebuah bisnis yang
membutuhkan keleluasaan dalam perkembangan dan pertumbuhannya.
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Acuan Dasar Sistem Ekonomi Indonesia
Secara politis, sebenarnya para pendiri Negara Indonesia telah meletakkan
dasar bagi system perekonomian yang akan dikembangkan di Indonesia. Sistem itu
secara garis besar telah dirumuskan dalam konstitusi, antara lain:
a. Sistem ekonomi Indonesia akan dibangun berdasarkan prinsip
kedaulatan rakyat.
b. Sumber-sumber daya alam dikuasai oleh Negara dan dimanfaatkan
untuk kemakmuran seluruh rakyat.
c. Sistem ekonomi dibangun berdasarkan pada usaha bersama dan bukan
berdasarkan kebebasan individu-individu pemilik modal(liberal kapitalistik).
d. Cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh Negara.
Prinsip kedaulatan rakyat membawa konsekuensi bahwa wewenang memilih
system perekonomian yang akan diterapkan oleh Indonesia tidak berada di bawah
tangan pemerintah, melainkan ditangan rakyat. Prinsip seperti ini di katakana oleh
Soekarno sebagai ekonomi demokrasi pancasila. Dimana, pemerintah bertugas
mengimplementasikan system yang ditetapkan oleh rakyat sebagaimana yang tertuang
dalam konstitusi.
Dasar kedua dari system ekonomi ini adalah bahwa sumber daya alam
dikuasai oleh Negara. Dasar ini mengamanatkan kepada Negara untuk mengatur dan
mengelola sumber daya alam agar menjadi sumber kesejahteraan rakyat secara
keseluruhan, dan bukan untuk kesejahteraan sekelompok atau satu golongan tertentu.
Dasar yang ketiga adalah bahwa system perekonomian Indonesia tidak akan
dibangun dengan paradigma liberal kapitalistik, melainkan berdasarkan pada asas
kekeluargaan. Dengan demikian sudut pandangnya tidak berawal dari kebebasan
pemilik modal untuk mengelola sumber daya ekonomi, melainkan pada usaha
bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Akan tetapi tidak berarti bahwa
pemilik modal tidak dapat memperoleh kesemopatan untuk mengelola dan
memanfaatkan sumber-sumber daya ekonomi. Hingga pada tujuan akhirnya adalah,
kesejahteraan bersama.
Dasar keempat adalah bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi
Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Hal ini
membawa konsekuensi bahwa swasta tidak diperbolehkan untuk mengelola dan
menguasai suatu cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang
banyak. Karena kedaulatan ekonomi berada ditangan rakyat, maka mandat yang akan
diberikan oleh pemerintah kepada swata tersebut harus mendapat persetujuan dari
rakyat. Oleh sebab itu, mandat tersebut harus berupa Undang-undang.
Berdasarkan acuan system ekonomi Indonesia yang telah diuraikan diatas,
maka idealnya di Indonesia akan muncul tiga pelaku utama perekonomian bangsa,
yaitu:
a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai badan yang mewakili
Negara dalam mewujudkan amanat konstitusi untuk mengelola dan
memanfaatkan sumber daya yang bernilai bagi kemakmuran rakyat. BUMN
juga merupakan lembaga ekonomi yang akan menangani cabang-cabang
produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.
b. Koperasi akan menangani sector usaha kecil dan menengah, terutama
sector perdagangan tradisional (pedagang eceran), pertanian, industri rumah
tangga dan sejenisnya.
c. Swasta akan menangani sector usaha yang belum ditangani oleh
BUMN dan koperasi seperti industri dengan teknologi tinggi dan padat modal,
termasuk sector usaha jasa yang idealnya tidak termasuk dalam wilayah bisnis
BUMN dan koperasi seperti asuransi, perbankan, transportasi, telekomunikasi
dan masih banyak lagi.
3.2 Sistem Ekonomi di Indonesia
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, system ekonomi pastilah dimiliki
oleh suatu Negara yang akan mengatur perekonomian serta perkembangan bisnis di
Negara tersebut. Oleh sebab itu, Indonesia pun memiliki system ekonomi yang saat
ini dinamakan sebagai system ekonomi demokrasi pancasila.
Sistem ekonomi ini menitikberatkan pada ideology bangsa yang menjunjung
tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila serta mengikuti pandangan hidup
bangsa yang demokratis.
Sistem ekonomi demokrasi pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia
terangkum dalam undang-undang pasal 33 ayat satu sampai tiga. Berikut, petikan
pasal tersebut,
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
c. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai
oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Sistem ekonomi demokrasi pancasila ini memiliki empat ciri utama dan yang
paling menonjol, berikut ciri-ciri system ekonomi demokrasi pancasila:
a. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah Negara atau
pemerintah. Contoh dari hajat hidup orang banyak itu seperti, air, bahan bakar,
pertambangan, hasil bumi, dan sebagainya.
b. Peran Negara dianggap penting namun tidak mendominasi dalam
pengambilan keputusan produksi atau alokasi. Begitupun kedudukan pihak
swasta yang juga dianggap penting namun tidak mendominasi. Sehingga
dalam hal ini, system ekonomi demokrasi pancasila tidak menganut system
liberal ataupun ekonomi terpimpin, karena pihak-pihak tersebut harus berjalan
beriringan, berdampingan secara damai dan mendukung satu sama lainnya.
c. Modal atau kinerja buruh juga tak mendominasi karena perekonomian
pancasila didasari atas asas kekeluargaan antar sesame pelaku ekonomi.
d. Masyarakat adalah bagian yang penting dimana kegiatan produksi
dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh
masyarakat.
Dalam hal ini, system ekonomi pancasila harus menjauhkan diri dari system
liberal dan system terpimpin karena telah terbukti menyengsarakan kaum yang lemah
serta mematikan potensial orang-orang yang kreatif. Persaingan usaha pun harus
selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang
berkaitan.
Namun pada kenyataanya penerapan ekonomi itu tidak berjalan dengan baik
sehingga berpengaruh pada bisnis yang berjalan di Indonesia. Perekonomian kita
justru dikuasai oleh pihak asing dan Indonesia hanya menjadi penonton dalam
kemajuan bisnis di negaranya sendiri. Sebagai contoh , Freeport, perusahaan asing
milik Amerika justru menjadi penguasa hasil tambang emas yang ada di Papua.
Mereka mengeruk semua hasil tambang itu dan hanya memberikan satu persen saja
kepada pemerintah. Seharusnya hal itu tidak boleh terjadi karena dalam undangundang
disebutkan bahwa hasil tambang merupakan hajat hidup orang banyak
sehingga harus dikuasai oleh pemerintah bukan oleh perusahaan asing.
Freeport hanya satu dari sekian banyak penyimpangan system ekonomi
sebagai pengatur bisnis di Indonesia. System ekonomi yang seharusnya menjadi
pengatur dalam bisnis di Indonesia tidak dijalankan dengan baik sehingga terkesan
kini Indonesia menggunakan system ekonomi pasar yang menitikberatkan pada
keliberalismean yang mana sebuah perusahaan yang memiliki modal tinggi akan
menjadi penguasa bagi perekonomian.
3.3 Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang menjadikan rakyat sebagai actor
utamanya. Dimana segala kemakmuran rakyat menjadi tujuannya. Bisnis dalam
pengaruhnya dengan system ekonomi, juga mengenal dan mampu menerima system
ekonomi kerakyatan. Hal itu disebabkan karena bisnis tidak semata-mata hanya
mengejar keuntungan bagi pemilik modal (share holder), melainkan juga merupakan
lembaga yang merealisasikan kepentingan berbagai pihak (stake holder).
Dari uraian diatas dapat dilihat, bahwa koperasi merupakan wadah terbaik
yang dapat dijadikan sebagai perwujudan dari system ekonomi kerakyatan. Sejak
dahulu koperasi sudah dipandang sebagai jalan terbaik untuk membangun secara
berangsur-angsur suatu ekonomi rakyat yang lemah. Orang sudah membaca dan
mengetahui contoh-contoh yang telah diperlihatkan oleh kaum buruh Inggris dan
kaum tani di Denmark pada abad ke-19. Berhadapan dengan kekuasaan serta
pengaruh kapitalisme, koperasi yang berdasarkan kekeluargaan, solidaritas dan setia
kawan akan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan memperbaiki
perekonomian mereka.
Cita-cita koperasi di Indonesia menentang individualisme dan kapitalisme
secara fundamental. Paham koperasi Indonesia menciptakan masyarakat Indonesia
yang kolektif, berakar, pada adat istiadat hidup Indonesia yang asli, tetapi
ditumbuhkan pada tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan tuntutan zaman modern.
Landasan bagi kebijakan ekonomi di masa depan harus disusun menurut
perspektif menyeluruh atas kekuatan-kekuatan yang membentuk kondisi kita sekarang
ini. Kondisi objektif itu dapat diringkaskan dalam pokok-pokok pikiran berikut ini:
1. Segala bentuk korupsi yang menyebabkan biaya transaksi tinggi terjadi
sebagai akibat dari sistem yang tertutup dan protektif. Tanpa kelembagaan
yang memiliki derajat accountability dan predictability yang tinggi,
perekonomian akan tumbuh sebagaimana disinyalir oleh Schumpeter
“Kapitalisme dalam tenda oksigen”. Apa yang terjadi dibalik tenda tidak
sungguh-sungguh nyata. Pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari ilusi belaka.
Apabila kelembagaan demokratis gagal mengendalikan keserakahan penguasa,
semua mimpi pada waktunya akan sirna.
2. Pengusaha-pengusaha yang tangguh tidak dilahirkan dari rekayasa atau
sistem preferensi. Hanya pergulatan dalam pasar yang akan memberikan kita
industrialis dan pengusaha yang dapat kita banggakan. Sistem preferensi
hanya akan mengukuhkan eksistensi elit dan mengekalkan sistem proteksi,
yang dalam jangka panjang justru merusak sendi-sendi ekonomi dan
demokrasi masyarakat kita.
3. Kenaikan standar hidup rakyat harus dilihat sebagai bagian
pembentukan modal nasional (capital accumulation). Ini berarti tujuan pokok
dan terus-menerus dari kebijaksanaan ekonomi kita adalah peningkatan
purchasing power dari rakyat. Pelajaran ini sangat penting, bahwa di masa
depan kekukuhan ekonomi nasional harus ditemukan di dalam potensi besar
yang dimiliki masyarakat luas, yaitu usaha kecil dan menengah.
4. Krisis Ekonomi 1997-1998 menunjuk kepada pentingnya
memperhitungkan kekuatan eksternal yang semata bekerja menurut hukum
ekonomi pasar, dan indifferent terhadap dampak kepada kemanusiaan.
Kekuatan modal yang menyerbu pasar uang Asia Selatan amatlah besar dan
tidak pernah ada preseden sebelumnya menyangkut pengerahan dana sebanyak
itu. Para fund managers yang berada dibalik pengerahan dana besar-besaran
itu berhasil mengeruk keuntungan amat besar dengan meninggalkan ribuan
industri bangkrut dan jutaan pengangguran baru.
5. Fokus kebijaksanaan ekonomi adalah usaha kecil/menengah. Kalau
kita menuntut pemerintah menaruh fokus kepada usaha kecil/menengah
bukanlah karena kita ingin menciptakan sistem preferensi baru. Dengan
menaruh perhatian kepada UKM tidak berarti pemerintah bertindak unfair,
sehingga dikhawatirkan nantinya bakal mendistorsi pasar. Substansi pokok
ilmu ekonomi adalah memperbesar manfaat (utility). Manfaat adalah value,
yang dalam ilmu ekonomi adalah subjektif. Bagi seorang petani desa,
pendapatan Rp.1 juta sudah cukup untuk mencetak 5 anaknya menjadi sarjana.
Tetapi uang sebesar ini bagi seorang konglomerat, barangkali hanya cukup
untuk sekali makan siang.
6. Persoalan yang juga akut menyangkut pengembangan usaha kecil dan
menengah adalah terjebaknya usaha kecil dan menengah di dalam kelumpuhan
sumberdaya Keadaan mereka yang miskin, ketakpastian dan resiko yang tinggi
praktis telah mengasingkan mereka dari sumber-sumber modal, keahlian,
informasi dan peluang bisnis. Tidak seluruh kelemahan usaha kecil/menengah
berasal dari kelemahan internal mereka. Kesalahan kebijakan yang melahirkan
konsentrasi kekuasaan dan ekonomi mempunyai andil yang tidak kecil atas
keterpurukan UKM. Modal, keahlian, informasi dan pasar adalah komoditi
ekonomi yang senantiasa bergerak menuju lokasi dengan potensi keuntungan
tertinggi. Selama kebijakan tidak memberi advantage kepada UKM, semua
sumberdaya itu hanya akan bergerak ke arah usaha besar. Hanya dengan
memberi advantage kepada UKM maka kesenjangan dapat dijembatani.
7. Fokus kebijaksanaan ekonomi kepada Usaha Kecil Menengah
merupakan suatu keharusan apabila kita memperhatikan mereka adalah
mayoritas pelaku usaha di Indonesia seperti tercermin dalam data berikut.
Data BPS Desember 1998 menunjukkan bahwa terdapat 39,8 juta pengusaha
di Indonesia, dimana 99,8% adalah pengusaha kecil dan hanya 0,2%
pengusaha besar dan menengah. Dari jumlah 39,8 juta diatas, komposisi
sektoral adalah pertanian 62,7%, perdagangan, perhotelan dan restauran
22,67%, Industri 5,7% dan Jasa sebesar 3,9%. Dari komposisi volume usaha
sejumlah 99,85% volumeusahanya dibawah 1 miliar, 0,14% diantara 1-50
miliar, dan 0,01% yang diatas 50 miliar. Dari komposisi penyerapan tenaga
kerja, kelompok pertama tersebut menyerap 88,66%, kelompok kedua
menyerap 10,78% dan yang ketiga menyerap 0,56%
8. Apakah kebijaksanaan serupa itu akan mendistorsi pasar? Distorsi
adalah keadaan ketika pelaku ekonomi keliru menafsirkan sinyal pasar. Ketika
seharusnya ia membeli, malah menjual. Sebaliknya, saat seharusnya ia
menjual malah membeli. Distorsi tidak disebabkan oleh policy, betapa pun
buruknya policy itu. Distorsi ditimbulkan oleh ketidak-terbukaan. Kebijakan
apapun kalau dibuat dan dijalankan secara tertutup akan menyebabkan
distorsi. Keadaan ini terjadi akibat ada informasi yang asymmetric, sebagian
orang tahu sementara yang lain tidak tahu. Akibatnya sebagian pelaku akan
bertindak optimal sementara yang lain tidak. Jadi, masalahnya bukankah
kebijaksanaan apa, tetapi apakah semua orang punya informasi yang sama?
3.4 Ekonomi Jaringan sebagai dasar Ekonomi Rakyat
Ekonomi Jaringan adalah antitesa dari paradigma ekonomi konglomerasi berbasis
produksi masal ala Taylorism, dan sekaligus sintesa dari ketiga faktor yang telah
dijelaskan diatas, yaitu realitas bangsa yang mayoritas pelaku usahanya adalah usaha
kecil menengah, faktor pendorong global dan pasar bebas, serta dorongan revolusi
teknologi informasi.
Memperhatikan berbagai faktor internal dan eksternal seperti dijelaskan sebelumnya,
maka ekonomi kerakyatan perlu dipahami secara komprehensif, tidak sepotongsepotong,
dalam sebuah kerangka “close-circuit economy” yang sesuai dengan
perkembangan paradigma baru masyarakat yang holistik. Secara singkat, ekonomi
kerakyatan dapat dijelaskan sebagai:
ekonomi jaringan yang menghubung-hubungkan sentra-sentra
inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan
berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya jaringan pasar domestik
diantara sentra dan pelaku usaha masyarakat,
suatu jaringan yang diusahakan untuk siap bersaing dalam era
globalisasi, dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan sistem
manajemen yang paling canggih sebagaimana dimiliki oleh lembaga-lembaga
bisnis internasional, dengan sistem kepemilikan koperasi dan publik.
Jaringan tersebut menerapkan sistem open consumer society
cooperatives (koperasi masyarakat konsumen terbuka), dimana para
konsumen adalah sekaligus pemilik dari berbagai usaha dan layanan yang
dinikmatinya, sehingga terjadi suatu siklus kinerja usaha yang paling efisien
karena pembeli adalah juga pemilik sebagaimana iklan di banyak negara yang
menganut sistem kesejahteraan sosial masyarakat (welfare state) dengan
motto: “belanja kebutuhan sehari-hari di toko milik sendiri”.
Ekonomi jaringan ini harus didukung oleh jaringan telekomunikasi,
jaringan pembiayaan, jaringan usaha dan perdagangan, jaringan advokasi
usaha, jaringan saling-ajar, serta jaringan sumberdaya lainnya seperti hasil
riset dan teknologi, berbagai inovasi baru, informasi pasar, kebijaksanaan dan
intelejen usaha, yang adil dan merata bagi setiap warga-negara, agar tidak
terjadi diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu yang disudutkan sebagai
beban pembangunan seperti yang terjadi selama Orde Baru.
Pada akhirnya, Ekonomi jaringan adalah suatu perekonomian yang
menghimpun para pelaku ekonomi, baik itu produsen, konsumen, services
provider, equipment provider, cargo, dsb di dalam jaringan yang terhubung
baik secara elektronik maupun melalui berbagai forum usaha yang aktif dan
dinamis.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sistem perekonomian merupakan system yang digunakan sebagai pengatur
dalam tata jalan perekonomian suatu Negara, termasuk didalamnya bisnis. Suatu
wilayah Negara pasti memiliki system ekonomi yang berbeda sehingga berjalannya
bisnis di Negara-negara pun menjadi berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri.
Sistem ekonomi di Indonesia yaitu ekonomi pancasila, sebenarnya merupakan
system ekonomi yang sangat baik digunakan pada era globalisasi seperti saat ini. Hal
itu disebabkan karena system ekonomi pancasila menitikberatkan pada kesemua sila
pancasila yang sudah menjadi ideology bangsa selama berpuluh-puluh tahun.
Ekonomi pancasila mampu meredam arus globalisasi dan kapitalisme dengan
caranya yang lebih mementingkan kesejahteraan ketimbang laba semata. Ekonomi
pancasila menunjukkan ekonomi yang adil tanpa eksploitasi dan penindasan, serta
mengharuskan penghargaan atas keberagaman, karena keberagaman itu sendiri
membutuhkan desentralisasi dan otonomi. Sedangkan, otonomi hanya dapat
dikembangkan secara produktif dan memberi manfaat jika ada keadilan.
Namun, fenomena yang terjadi justru memperlihatkan hal sebaliknya.
Pembangunan ekonomi semakin tidak bisa menghindari diri untuk tidak
mengakomodasikan berbagai unsure yang terkandung dalam ketiga komponen
tersebut.
Kesimpulannya adalah, Indonesia harus kembali mengambil alternative
perekonomian kerakyatan. Dimana, kesejahteraan rakyat adalah hal yang utama dan
mengabaikan intervensi dari pemodal asing yang justru memasukkan bangsa ini
kedalam perekonomian pasar. Koperasi dapat menjadi symbol kegiatan ekonomi yang
ditonjolkan Karena koperasi merupakan perwujudan sempurna dari ekonomi
kerakyatan, yang dapat membawa bangsa ini ke dalam perekonomian yang lebih baik
lagi. Koperasi merupakan perekonomian yang telah disebutkan di pasal 33 undangundang
dasar 1945 sebagai sebuah lembaga perekonomian yang berdasarkan pada
asas kekeluargaan dan tak mementingkan kelebihan dari share holder.
4.2 Saran dan Implikasi
Dari kesimpulan yang telah dibentuk sebelumnya, maka jelas bahwa Indonesia
harus segera menerapkan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya untuk
menyelamatkan perekonomian sekaligus melepaskan kesengsaraan rakyat. Dengan
system ekonomi tersebut, rakyat kecil pun akan mampu ikut berbisnis dengan
berbagai cara yang berasaskan kepada kekeluargaan.
Selanjutnya Negara juga mempunyai tugas untuk menguasai cabang produksi
yang penting bagi Negara dan seluruh rakyatnya, misalnya dalam sector industri
pengolahaan sumber energi seperti minyak bumi, gas alam, listrik dan sebagainya.
Industri yang demikian harus menjadi milik BUMN sepenuhnya. Namun yang lebih
penting dari itu semua adalah bahwa BUMN yang bersangkutan harus menerapkan
system kinerja yang efisien, professional serta transparan agar benar-benar dapat
menjadi agen untuk menciptakan kesejahteraan rakyat banyak. Implikasi yang dapat
terjadi, jika hal itu tidak direalisasikan adalah akan timbul monopoli oleh BUMN
yang akan menjadi penghianatan terhadap amanat dari konstitusi.
Selanjutnya, untuk mengembangkan sector-sektor usaha kecil atau industri
rumah tangga serta perdagangan eceran perlu diadakan suatu peraturan untuk
melindungi mereka dari ancaman swasta yang mempunyai modal dan tekhnologi.
Demikian pula halnya pada sector usaha pertanian dan perkebunan, baik dalam skala
kecil ataupun besar, diperlukan adanya suatu pengaturan yang memungkinkan
keterlibatan rakyat kecil atau bahkan petani. Misalnya dalam usaha perkebunan besar
atau HPH atau mungkin juga usaha penambangan bahan-bahan galian yang dikelola
oleh perusahaan swasta, baik asing maupun nasional, perlu melibatkan penduduk
sekitar untuk ikut berpartisipasi, entah sebagai petani pengolah lahan maupun sebagai
pemasok bahan mentah berupa hasil-hasil perkebunan itu sendiri,atau sebagai tenaga
pengolah yang secara fisik harus dilibatkan.

Bentuk-bentuk Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan-kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Dalam kehidupan masyarakat kamu tentu sering menemui orang-orang yang melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terdiri atas kegiatan produksi, kegiatan distribusi, dan kegiatan konsumsi.
1. Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang atau kegiatan mengolah barang agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan produksi di masyarakat, seperti kegiatan produksi pertanian, kegiatan produksi perikanan, dan kegiatan produksi industri. Industri ada 2 jenis, yaitu industri rumah tangga dan industri besar.
Ada beberapa unsur yang diperlukan dalam melakukan kegiatan produksi, di antaranya adalah modal, bahan-bahan dasar, dan tenaga kerja. Jika salah satu unsur ini tidak ada maka kegiatan produksi tidak bisa dilakukan. Contoh kegiatan produksi, yaitu:
- Petani menghasilkan padi, jagung, teh, dan kopi.
- Nelayan menghasilkan ikan.
- Industri tekstil menghasilkan kain.
2. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Jika produsen langsung berhubungan langsung dengan konsumen disebut distribusi langsung. Tapi jika produsen menjual barangnya kepada pedagang disebut distribusi tidak langsung. Dalam distribusi tidak langsung pedagang mempunyai peranan yang besar dalam menyalurkan barang ke konsumen. Contoh distribusi langsung yaitu peternak ayam menjual telur ayam langsung ke konsumen. Sedangkan contoh distribusi tidak langsung, yaitu petani menjual beras kepada pedagang.
Gambar 7.2 Distribusi tidak langsung
3. Kegiatan Konsumsi
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan hasil produksi. Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan terakhir dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan konsumsi, misalnya beras yang sudah di masak menjadi nasi, lalu dimakan.


B. Kegiatan Ekonomi yang Berkaitan dengan Sumber Daya Alam
1. Per tanian
Penduduk Indonesia sebagian besar adalah petani. Oleh karena itu Indonesia disebut negara agraris. Kegiatan per tanian inilah yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Wilayah Indonesia memiliki tanah yang luas. Tanah ini merupakan modal utama bagi kegiatan pertanian. Cobalah kamu sebutkan berbagai hasil pertanian di Indonesia.
2. Perkebunan
Ingatkah kamu tentang apa saja hasil perkebunan di Indonesia? Berbagai macam hasil kebun dapat dihasilkan di tanah air Indonesia. Seperti teh, kopi, coklat, karet, pala, lada, dan cengkeh. Hal ini disebabkan tanah-tanah di Indonesia yang subur. Sehingga cocok untuk tanaman perkebunan. Usaha peningkatan dalam mengolah hasil perkebunan perlu dilakukan. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan lahan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
3. Peternakan
Pernahkan kamu makan ayam goreng dan telur dadar? Atau minum susu sapi? Daging , susu, dan telur merupakan hasil dari usaha peternakan. Hasil peternakan dapat dinikmati untuk kebutuhan pangan. Selain itu dapat juga dijadikan bahan baku industri. Seperti bulu dan kulit. Bulu ayam dapat digunakan untuk membuat shuttlecock (bola untuk bulutangkis) dan kemoceng. Kulit dapat digunakan untuk membuat ikat pinggang, pakaian, dan sepatu.
Untuk meningkatkan hasil peternakan ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya, memperhatikan kebersihan kandang, memberi makan teratur, dan memberikan obat-obatan. Hewan yang kandangnya bersih tentu akan sehat. Sehingga hasil ternaknya bagus. Pernahkah kamu mendengar istilah tetelo dan anthrax? Istilah-istilah tersebut merupakan jenis-jenis penyakit yang menyerang hewan ternak. Tetelo merupakan jenis penyakit yang menyerang pada ayam. Peternak akan khawatir jika ada ayamnya yang terserang tetelo. Karena penyakit ini akan cepat menular pada ayam-ayam lainnya. Sedangkan penyakit anthrax layak ditakuti karena sangat mematikan. Hewan yang terserang akan mati dalam hitungan jam. Penyakit ini sering menyerang hewan sapi, kerbau, domba, dan kambing. Kuda dan babi juga bisa terserang penyakit anthrax. Hewan yang terkena penyakit anthrax dagingnya berbahaya bagi kesehatan. Akhir-akhir
ini kita juga mendengar istilah flu burung dan mad cow. Cobalah kamu cari tahu arti kedua istilah itu.

4. Perikanan
Lautan merupakan sumber daya alam yang sangat besar. Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan. Maka bangsa Indonesia mempunyai hasil laut yang banyak. Hasil laut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga, perlu dilakukan pengelolaan yang baik di bidang perikanan.
Selama ini sumber daya perikanan belum dikelola dengan baik. Akibatnya hasil tangkapan ikan yang didapat nelayan masih sedikit. Para nelayan masih menggunakan peralatan tradisional dalam menangkap ikan. Oleh karena itu, perlu adanya penggunaan peralatan modern. Sehingga potensi laut dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jenis-jenis ikan dihasilkan perairan Indonesia, seperti bawal,udang.
5. Kehutanan
Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Manfaat hutan misalnya penghasil kayu, mencegah banjir, dan erosi. Manfaat lain adalah sebagai objek wisata dan paru-paru dunia. Hasil hutan, seperti kayu, rotan, dan damar. Berdasarkan jenis tanamannya hutan digolongkan menjadi dua. Yaitu, hutan homogen dan hutan heterogen.
6. Per tambangan
Bumi Indonesia mengandung banyak bahan tambang. Berbagai bahan tambang di antaranya emas, perak, minyak bumi, dan batu bara. Berbagai bahan tambang tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil tambang merupakan sumber pendapatan negara yang besar. Oleh karena itu, kamu harus dapat mengolahnya dengan baik. Sehingga bahan tambang dapat digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
7. Perindustrian
Kegiatan industri di Indonesia dilakukan oleh pemerintah dan warga masyarakat. Industri yang dilakukan oleh pemerintah merupakan industri besar. Sedangkan industri yang dilakukan oleh masyarakat biasanya industri kecil. Industri kecil disebut juga industri rumah tangga. Contoh industri besar di antaranya industri pesawat terbang, industri kendaraan bermotor, industri elektronika, industri kertas, dan industri tekstil. Contoh industri kecil di antaranya hasil anyaman, mebel, batik, dan konfeksi.
C. Pengaruh Kondisi Alam terhadap Kegiatan Ekonomi
Tiap daerah mempunyai kondisi alam yang berbeda. Sehingga, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat juga berbeda-beda. Kegiatan ekonomi dipengaruhi oleh keadaan alam di sekitarnya.
Di kota besar tidak ada sawah dan hutan. Namun, di kota-kota besar terdapat banyak toko dan kantor. Itulah sebabnya mengapa di kota-kota tidak ada petani dan nelayan. Orang yang tinggal di pantai pada umumnya bekerja sebagai nelayan. Mengapa mereka tidak bekerja sebagai petani? Karena alam sekitarnya berupa pantai. Demikian juga orang yang tinggal di daerah pegunungan. Mereka bekerja dengan cara bercocok tanam. Kondisi alam pegunungan memang lebih cocok untuk kegiatan pertanian.
Di Indonesia juga terdapat padang rumput. Masyarakat yang tinggal di daerah ini pada umumnya adalah peternak. Mereka biasanya beternak sapi, kerbau, kambing, dan kuda.
Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis kegiatan ekonomi masyarakat sangat tergantung kondisi alam sekitarnya. Oleh karena itu, terdapat berbagai macam jenis pekerjaan. Hal itu disebabkan karena lingkungan alamnya yang juga bermacam- macam

10 Mata Uang Dunia yang Berpotensi Melemah Pascadevaluasi Yuan

Ilustrasi uang kertas pecahan 100 Yuan.
Ilustrasi uang kertas pecahan 100 Yuan. (AFP)
Pasca-Tiongkok melakukan pelemahan mata uangnya yuan (devaluasi) sejumlah mata uang global langsung tertekan. Mengikuti Tiongkok, Vietnam juga melemahkan mata uangnya, dong untuk ketiga kalinya pada 2015. Begitu halnya tenger Kazakhstan di tengah harga minyak mentah yang turun tajam. Mata uang Kazakhstan tenger melemah 22 persen pada perdagangan Kamis setelah bank sentral setempat mengendalikan nilai tukarnya sehari sebelumnya.
Bloomberg, Jumat (21/8) menyatakan, eskalasi dunia terkini mengisyaratkan kepada investor bahwa sejumlah mata uangnya menjadi terlalu mahal khususnya negara-negara berkembang. Selain Kazakhstan, Vietnam juga mendevaluasi mata uang dong. Sementara mata uang yang masih diperdagangkan bebas seperti rand Afrika Selatan dan lira Turki memperpanjang kerugiannya.
Pemicu depresiasi mata uang di negara berkembang adalah keputusan Tiongkok melemahkan yuan pada 11 Agustus lalu, sehingga negara-negara lain harus bersaing di pasar ekspor dengan Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua.
Kondisi ini diperburuk kekhawatiran kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan melemahnya harga minyak. Beberapa, negara eks Uni Soviet menghadapi masalah tambahan yakni pelemahan rubel untuk menempatkan mereka dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam perdagangan mereka dengan Rusia.
Berikut adalah mata uang yang paling berisiko dari perkembangan global pascadevaluasi yuan.
Riyal Arab Saudi: Dengan cadangan devisa US$ 672 miliar, Arab Saudi selaku eksportir minyak terbesar di dunia, memiliki kapasitas mumpuni untuk menangkal perkembangan global. Namun menurut Deutsche Bank AG, para spekulan memperkirakan mata uang mereka berisiko karena harga minyak mentah jatuh ke posisi terendah dalam tujuh tahun. Ke depan, kontrak yang digunakan pedagang harus menerapkan skema lindung nilai guna meredam fluktuasi mata uangnya. Ini menyiratkan soal penurunan 1 persen riyal selama 12 bulan ke depan.
Somoni Tajikistan: Negara ini memiliki hubungan dekat dengan Kazakhstan, yang menyumbang sekitar 11 persen dari perdagangan, dan SEB menyatakan depresiasi 10 sampai 20 persen.
Dram Armenia: Mata uang ini telah melemah 15 persen dalam 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan penurunan 46 persen rubel. Seperempat perdagangan negara ini adalah dengan Rusia.
Som Kyrgyzstan: Menurut BMI Research, pelemahan mata uang tenge Kazakhstan akan memberikan tekanan pada som karena hubungan kedua negara ini.
Pound Mesir. Negara ini telah membatasi akses investor terhadap mata uang asing di tengah kekurangan sejak 2011. Para trader memperirakan pound akan melemah sekitar 22 persen dalam satu tahun ke depan.
Lira Turki: Lira menjadi salah satu mata uang yang berkinerja terburuk di dunia sejak Tiongkok melakukan devaluasi yuan pada 11 Agustus. Pemicunya adalah eskalasi politik.
Naira Nigeria: Para pembuat kebijakan di negara pengekspor minyak ini mencoba menahan mata uangnya yang terlalu tinggi. Mata uang naira akan jatuh lebih dari 20 persen terhadap dolar selama setahun ke depan.
Cedi Ghana: Ghana juga tergolong negara pengeksport minyak. Namun masalah negara utama negara ini adalah ketidakseimbangan fiskal, kenaikan inflasi dan meningkatnya utang.
Kwacha Zambia: Negara ini banyak mengekspor tembaga ke Tiongkok yang menyumbang sekitar 70 persen.
Ringgit Malaysia: Mata uang ini merosot ke level terendah dalam 17-tahun pada perdagangan Kamis dan cadangan devisa turun di bawah US$ 100 miliar untuk pertama kalinya sejak 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
    • Masa perekonomian tertutup
Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
  1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
  2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
  3. Belum ada pertukaran barang dan jasa
    • Masa kerajinan dan pertukangan
Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
  • Meningkatnya kebutuhan manusia
  • Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
  • Timbulnya pertukaran barang dan jasa
  • Pertukaran belum didasari profit motive
    • Masa kapitalis
Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
      • Tingkat prakapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
  1. Kehidupan masyarakat masih statis
  2. Bersifat kekeluargaan
  3. Bertumpu pada sektor pertanian
  4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
  5. Hidup secara berkelompok
      • Tingkat kapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
  1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis
  2. Bersifat individual
  3. Adanya pembagian pekerjaan
  4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
      • Tingkat kapitalisme raya
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
  1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan
  2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
  3. Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
  4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
  5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
      • Tingkat kapitalisme akhir
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
  1. Munculnya aliran sosialisme
  2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
  3. Mengutamakan kepentingan bersama
Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
  1. Masa berburu dan pengembaraan
  2. Masa beternak dan bertani
  3. Masa bertani dan kerajinan
  4. Masa kerajinan, industri, perdagangan
Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
  1. Masa rumah tangga tertutup
  2. Rumah tangga kota
  3. Rumah tangga bangsa
  4. Rumah tangga dunia
W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:
    • Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
  1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
  2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
  3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
    • Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
  1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
  2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
    • Periode Lepas Landas (The take off)
  1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
  2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
  3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
  4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
  5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
    • Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
  1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
  2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
  3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
  4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
  5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern
    • Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
  1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
  2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
  3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
  4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi

Teori Klasik dan Neo Klasik

Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
  • Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah.
  • Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
  • Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
  • Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

Masalah pokok ekonomi dapat ditinjau dari 2 sudut pandang

Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :
1. PRODUKSI Produksi adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang.
Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah pokok ekonomi.

2. DISTRIBUSI Distribusi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai.
Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll
Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara :
  1. Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen akhir/pemakai.
  2. Distribusi tidak  langsung, dimana dalam penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir, importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih mahal.

3. KONSUMSI Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.
Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2 faktor :
1. Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi.
2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban, lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.

Menurut Teori Modern
Menurut Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi oleh perekonomian, yaitu :
1. Apa yang akan diproduksi (What) Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barfang apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya.
2. Bagaimana proses produksinya (How) Hal ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi.
3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for Whom) Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya.

Menurut Richard Lipsey, menambahkan permasalahan perokonomian secara makro, yaitu  tingkat inflasi, tingkat pengangguran dan kapasitas produksi

Jumat, 22 Januari 2016

ILMU EKONOMI

1. Pengertian Ilmu Ekonomi

Istilah ekonomi (economic) semula berasal dari perkataan Yunani oekonomeia, yang merupakan bentukan 2 kata: oikos berarti rumah tangga, dan nomos berarti aturan. Dalam perkembangannya, kita mengenal seorang tokoh sekaligus sebagai Bapak Ekonomi yaitu Adam Smith (1723 - 1790). Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation, biasa disingkat The Wealth of Nation, yang diterbitkan pada tahun 1776. Secara sistematis untuk pertama kalinya Adam Smith menguraikan kehidupan ekonomi secara keseluruhan serta menunjukkan bagaimana semua itu berhubungan satu sama lain. Sejak itu jumlah pemikir ekonomi bertambah banyak, dan akhirnya ilmu ekonomi mengalami perkembangan yang pesat sebagai suatu cabang ilmu yang berdiri sendiri.
               Paul A. Samuelson dari AS dalam bukunya yang berjudul  “ECONOMICS”  mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara  menggunakan sumber daya yang langka dan memilih  beberapa  alternatif penggunaan, dalam rangka  memproduksi berbagai  komoditas, untuk kemudian menyalurkannya baik saat ini maupun  dimasa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Ilmu ekonomi menyangkut hal-hal  berikut :
1.       Ekonomi sangat erat kaitannya dengan perilaku  individu dan masyarakat.
2.       Adanya sumber daya langka, tetapi mempunyai  alternatif penggunaan.
3.       Kegunaan ekonomi terdiri dari  produksi, distribusi dan konsumsi.
4.       Konsumen bisa saja dalam bentuk masyarakat, kelompok atau individu.
2.   Pentingnya Belajar Ekonomi
Ada beberapa alasan pentingnya belajar ekonomi:
a.   Memperbaiki cara berfikir 
Pikiran adalah karunia yang sangat besar yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Dengan pikiran kita bisa  menilai baik buruknya sesuatu. Dalam  mempelajari  ekonomi pikiran Anda akan terarah dalam hal yang rasional. Bisa meningkatkan kemampuan berfikir dan selanjutnya  mempermudah dalam pemecahan masalah.
b.    Membantu   dalam  memahami perilaku  masyarakat.
Interaksi  menghasilkan pertukaran, baik berupa barang, jasa, maupun  informasi. Dari interaksi, kita dapat  memahami  perilaku masyarakat. Contoh : revolusi industri di  Inggris.
c.    Membantu  memahami  masalah global
Suatu negara berinteraksi dengan negara lain. “Interaksi” yang dimaksud adalah  interaksi ekonomi. Interaksi  ini banyak  diwujudkan dalam perdagangan internasional dan kerjasama ekonomi internasional.
d.    Membantu untuk bersikap lebih demokratis
Sikap  demokratif diwujudkandengan menghargai pendapat, pendirian,sikap politik, dan     pilihan orang lain.
3.  Metodologi Ekonomi
a.    Teori Ekonomi
       merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin ilmu ekonomi. Untuk menemukan suatu teori di perlukan metode ilmiah yang langkah-langkahnya adalah:
(1) perumusan masalah.
(2) penyusunan kerangka pikir / asumsi (pernyataan yg kebenarannya dapat diuji secara empiris).
(3) perumusan hipotesis.
(4) pengujian hipotesis.
(5) penarikan kesimpulan.  Kesimpulan yang diperoleh itu disebut teori. Untuk benar-benar dianggap sahih dan bisa bertahan, sebuah teori harus diuji lagi berkali-kali dalam serangkaian percobaan, baik oleh penemunya maupun oleh ilmuwan lain. Pengujian ini disebut verifikasi (pembuktian benar). Jadi teori ekonomi adalah pengetahuan ilmiah yang mencangkup penjelasan mengenai faktor tertentu dari disiplin ilmu ekonomi.
b.    Model Ekonomi
        Model artinya pola, contoh atau acuan yang akan dihasilkan.
Model ekonomi adalah pola dari suatu teori ekonomi yang dinyatakan secara verbal, diagram dan matematis. Contoh : circulair flow diagram.
c.    Metode  Ekonomi
Metode artinya cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai tujuan yang dikehendaki. Ilmu ekonomi dalam analisinya menggunakan metode antara lain:
1)    Metode deduktif adalah Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah ekonomi yang terjadi sesuai dengan acuan, prinsip, hukum, dan teori yang ada dalam ilmu ekonomi. Jadi metode deduktif adalah metode  pengambilan keputusan untuk hal-hal yang khusus  berdasarkan  kesimpulan yang bersifat umum.
2)       Metode induktif, adalah Metode di mana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realita tersebut mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat lokal, dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga dapat dihasilkan suatu keputusan yang bersifat umum. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. Jadi metode induktif adalah metode  pengambilan keputusan untuk hal-hal  yang umum berdasarkan  kesimpulan yang bersifat khusus.
3)       Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal secara sistematis.
4)       Metode Statistik
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya selanjutnya dicari cara pemecahannya.
d.    Hukum Ekonomi ekonomi
merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel ekonomi atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat atau hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi yang saling berkaitan. Contoh : hukum permintaan dan penawaran. Hukum ekonomi tidak  berlaku mutlak seperti halnya  dalam ilmu pasti, sebab pada dasarnya hukum ekonomi bertitik tolak dari  tingkah laku manusia dalam masyarakat. Hukum ekonomi tidak berlaku  mutlak disebabkan adanya perubahan pada faktor-faktor yang mempengaruhinya (keadaan sudah tidak cateris paribus). Hukum ekonomi berlaku bila keadaan yang lain tetap/tidak berubah/cateris paribus. Misalnya: hukum permintaan tidak berlaku apabila:
1.    Selera manusia berubah
2.    Tingkat kebudayaan  manusia selalu berubah
3.    Pendapatan masyarakat mengalami perubahan.
4.    Adanya perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu.
Paul A. Samuelson mengatakan bahwa hukum ekonomi  hanya berlaku pada derajat rata-rata dan bukan  merupakan hubungan pasti. Hubungan  yang  terjadi dalam  hukum ekonomi :
1.    Hubungan kausal (hubungan sebab akibat), yaitu  suatu peristiwa yang muncul,  menyebabkan  terjadinya peristiwa yang lain. Kejadian ini tidak dapat berlaku. Sebaliknya contoh : kenaikan gaji pegawai, menyebabkan harga mengalami peningkatan.
2.    Hubungan fungsional adalah  hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Contoh : permintaan banyak, sedangkan  penawaran sedikit, maka harga naik, begitu juga sebaliknya.
4. Pembagian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi di bagi menjadi beberapa cabang ilmu ekonomi antara lain:



Keterangan:
Ø   Ekonomi Teori/murni adalah studi teoritik mengenai ilmu ekonomi, yaitu mempelajari data ekonomi serta asas-asas ekonomi dengan asumsi tertentu.Contohnya: ekonomi mikro dan ekonomi makro.
Ø    Ekonomi terpakai/terapan merupakan studi hasil- hasil perekonomian yang terkumpul dalam teori ekonomi untuk menerangkan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskripsi. Contohnya: ekonomi pembangunan, ekonomi pertanian, ekonomi perbankan, ekonomi manajeman, ekonomi koperasi, ekonomi industri, dan lainnya.
Ekonomi deskriptif yaitu studi ekonomi yang ada yang di hubungkan dengan persoalan dan ekonomi atau tertentu sehingga memberikan gambaran- gambaran baik dalam bentuk angka-angka, gambar, atau lambang tertentu. Contohnya: Perekonomian Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan, Ekonomi Masyarakat Pedesaan DIY pada Masa Pendudukan Jepang.
5.  Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
a.   Teori Ekonomi Mikro
Teori ekonomi mikro membahas hubungan kausal dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus/spesifik seperti pada orang tertentu, keluarga tertentu, dan perusahaan tertentu. Pokok kajiannya antara lain : kebutuhan, harga, upah, pendapatan suatu rumah tangga atau perusahaan, laba/rugi, perilaku produsen dan konsumen, serta permintaan dan penawaran konsumen. Jadi ruang lingkupnya adalah pembahasan ekonomi secara mikro terbatas pada individu atau suatu perusahaan yang meliputi: 1) interaksi di pasar barang, 2) perilaku konsumen dan produsen, dan 3) interaksi di pasar faktor produksi.
b.  Teori Ekonomi Makro
Teori ekonomi makro membahas masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan, besar-besaran, dan menyangkut keseluruhan sistem serta organisasi ekonomi. Teori-teori yang dibahas bersifat umum dari gejala-gejala ekonomi secara keseluruhan serta hubungannya satu sama lain yang bersifat hubungan kausal maupun fungsional. Pokok kajian teori ekonomi makro antara lain: peristiwa ekonomi yang berhubungan dengan harga umum dan inflasi, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, interaksi dengan perekonomian global, dan siklus perekonomian. Jadi ruang lingkupnya adalah pembahasan ekonomi secara makro suatu negara.
Ilmu Ekonomi
Produksi
Harga
Pendapatan
Pengangguran
Ekonomi Mikro
Produksi dan out put oleh individu atau perusahaan, misal: berapa jml produksi mobil.
Harga individual barang/jasa misal: harga BBM, harga layanan kesehatan, harga sewa rumah.
Pendapatan  individual mis: upah dalam industri mobil, upah eksekutif
Dalam satu perusahaan misal: lowongan di PT ‘A’, jumlah pekerja di perusahaan ‘B’.
Ekonomi Makro
Produksi/out put nasional misal: GDP, pertumbuhan output, total produksi industri
Tingkat harga keseluruhan mis: tingkat harga konsumen, tingka harga produsen, tingkat inflasi
Pendapatan nasional mis: total upah/gaji nasional, total laba nasional
Dalam satu perekonomian mis: total lowongan kerja nasional, tingkat pengangguran nasional